Thursday, July 25, 2013

NILAI-NILAI AGAMA ISLAM

FILSAFAT ILMU
“NILAI-NILAI AGAMA ISLAM”

Dosen Pembimbing:
Dr. Ir. Badat Muwakhwid,M.P.d







By:
BUNYANI (2121040015)

ISLAMIC UNIVERSITY OF MALANG
GRADUATE PROGRAM IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT

2013

A.                     Pendahuluan

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan diri individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara. Pendidikan juga merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Dengan pendidikan manusia sebagai makhluk pengemban tugas kekholifahan dibumi akan menjadi dinamis dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Pendidikan merupakan instrumen atau alat yang penting untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh manusia yaitu sebagai makhluk yang harus dididik, makhluk yang dapat dididik dan makhluk yang dapat mendidik.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan sangat cepat yang  mewarnai seluruh aspek kehidupan manusia. Dalam rangka mengimbangi perkembangan IPTEK tersebut pemerintah telah menetapkan suatu kebijaksanaan untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi setiap warganya.
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru disini didefinisikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memulai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Sebagaimana dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, berahlak mulia, berilmu dan cakap. Ramayilis (2002:37).
Dari tujuan pendidikan tersebut maka pada saat ini guru mempunyi peranan yang sangat penting, disamping untuk mengikuti perkembangan IPTEK yang ada dan juga harus mengajarkan nilai-nilai yang ada didalamnya, sperti nilai agama agar peserta didik mempunya ahlak mulia dan bertaqwa.
Untuk memadukan perkembanganjaman saat ini guru harus bekerja dengan sebaik-baiknya dan seekra mungkin. Memahami IPTEK mungkin dengan waktu beberpa tahun peserta didik akan memahami dan bisa menjalankan sesuia dengan kemampuan mereka, namun guru juga harus menanamkan nilai nilai agama yang seharusnya peserta didik memhami dan bisa menjlankan nilai-nilai agama tersebut dengan baik juga.
Pada saat ini manusia atau peserta didik banyak dibilang bisa di bidang IPTEK dan juga bisa dikatakan mahir begitu juga bisa menjalankan dengan sebaik-baiknya yang sesuai dengan kebutuhan masa dan linggukan tapi dibidang nilai khususnya agama banyak dari merka sekedar mengetahuinya tampa mengamalkanya. Untuk menjadikan mereka sesuai dengan harapan system pendidikan tiadak cukup tampa mengetahui dan menjalankan nilai-nilai agama.
Maka dari gambaran yang ada di atas, makalah ini akan membahas bebearpa hal yang berkaitan dengan nilai-nilai agama khususnya nilai agama Islam dengam tujuan adanya pemahaman nilai agama yang lebih, sehingga akan kesadaran menjalankan nialai agama sama semangatnya dengan menjalankan kemampuan IPTEK meraka.

B.                     Pengertian Nilai
Nilai adalah standart tingkah laku, keindahan, keadilan, dan efisiensi yang mengikat manusia dan sepatutnya dijalankan serta dipertahankan. Nilai adalah bagian dari potensi manusiawi seseorang, yang berada dalam dunia rohaniah (batiniah, spiritual), tidak berwujud, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, dan sebagainya. Namun sangat kuat pengaruhnya serta penting peranannya dalam setiap perbuatan dan penampilan seseorang
Dalam segi nilai-nilai keislaman atau agama mempunyai dua segi yaitu: “segi normatif” dan “segi operatif”. Segi normativ menitik beratkan pada pertimbangan baik buruk, benar salah, hak dan batil, diridhoi atau tidak. Sedangkan segi operatif yakni di pndang dri segi hokum syara’ yang mengandung lima kategori yang menjadi prinsip standarisasi prilaku manusia, yaitu baik buruk, setengan baik, netral, setengah buruk dan buruk. Yang kemudian dijelaskan sebagai berikut:

1. Wajib
Wajib adalah sebuah pekerjaan yang harus dilakukan manusia bila mereka tidak mempunyai udur secara sar’I maka manusia tidak boleh meninggalkan dengan alas an apapun. Nilai yang baik yang dilakukan manusia, ketaatan akan memperoleh imbalan jasa (pahala) dan kedurhakaan akan mendapat sanksi.
Seperti manusia di larang korupsi, maka siapapun dan tingkatan apapun manusia tidak boleh korupsi, tetapi dengan kelemhan dan kurang yakinya manusia tersebut banyak kaum intelektual tidak perduli larangan korupsi.

2. Sunnah
Nilai ini tidak wajib kita lakukan tapi sebagai manusia untuk menambah nilai kebaikan dianjurkan untuk melaksanakan untuk meningkatkan nilai yang ada. Tentuanya ada perbedaan antara orang yang mengerjakan dan orang yang tidak mengerjakan nilai sunnah ini, baik dihadapan Allah,Swt maupun dihadapan manuisa itu sendiri.
Nilai yang setengah baik dilakukan manusia, sebagai penyempurnaan terhadap nilai yang baik atau wajib sehingga ketaatannya diberi imbalan jasa dan kedurhakaannya tanpa mendapatkan sangsi. Dan sunnah dibagi dua:
a.       Sunnah muakkad
Sunnah ini sangat dianjurkan untuk mengerjakan baik karena penyempurna fardlu atau karna sunnah ini sering dilakukan nabi, seperti sholat rawatib, sholat idul fitri dan adha dan lainya.
b.      Dan sunnah qhoiru muakkad
Sunnah ini yang tidak sesuia dengan kreteria di atas, seperti sholat setelah magrib.

3. Mubah (netral)
Mubah merupakan pekerjaan yang boleh dikerjakan manusia atau ditinggalkan ini merupakan nilai yang dibebaskan oleh Allah,Swt untuk melakukan atau tidak, karna yang mengerjakan dan yang tidak mengerjakan tidak ada bedanya.
Nilai yang bersifat netral, mengerjakan atau tidak, tidak akan berdampak imbalan jasa atau sangsi.

4. Makruh
Makruh sebenarnya sebuah nilai yang bila dikerjakan atau tidak ada pengaruhnya dan bila ditinggalkan akan mendapai nilai yang baik. Jadi nilai ini yang sepatutnya untuk ditinggalkan. Disamping kurang baik, juga memungkinkan untuk terjadinya kebiasaan yang buruk yang pada akhirnya akan menimbulkan keharaman.

5. Haram
Nilai yang buruk dilakukan karena membawa kemudharatan dan merugikan diri pribadi maupun ketenteraman pada umumnya, sehingga apabila subyek yang melakukan akan mendapat sangsi, baik langsung (di dunia) atau tidak langsung (di akhirat). H Tolhah Ma’ruf Dkk  (2008:1-2)




C.                     Peran Dan Fungsi Nilai Agama

Peran agama bagi individu
1.              Menjawab pertanyaan yang tak mampu dijawab oleh logika manusia
Kalau kimikirkan betapa besranya dunia ini dan bila mana orang di bawah langit ini untuk memikirkan semua yang di ciptakan Allah,Swt niscaya tidak mampu dan sifanya pemikiran manusia serba terbtas, maka dari itu islam denga pedoman yang besar yakni Qur’an dan Hadist Nabi Muhammad memberikan memberikan jawaban yang tidak bisa dipikir manusia.
Kalau kita membaca sejarah nabi dan utusan Allah,Swt yang terdahulu banyak dianatar merka yang tidak beriman dan mersa tidak percya dengan kelebihan nabi dan utusan tersebut dengan kelebihan yanga Allah,Swt berikan sepertitidak percayaanay Isra’ mikrajnya Nabi Muhammada,Saw yang orangb kafir berfikir dari Mekkah ke Baital Magdis butuh berhari-hari bukan satu malam, tapai bagi orang yang iman Islam mampu meyakinkan dan menjawab pertanyaan manusia tentang hal tersebut.
2.              Memberi paradigma kepada manusia tentang Allah sebagai Tuhan
Kalau kita mempunyai pemahaman yang kuat dan diberikan iman kita kuat oleh Allah,Swt tidak mungkin kita mempercayai tuhan selainNya. Tuhan itu abadi dan tidak mempunyai anak dan diperanakkan. Kalu tuhan tidak abadi sipa yang akan memelihara ummatnya sperti berhala yang akan dimakan waktu akan hancur, atau tuhan beranak atau diperanakkan maka aka nada banyak tuahan dan banyak tuhan akan terjadi kehancuran dengan perbedaan pandangan dalam memelihara alam serta isisnya.
3.              Membedakan antara yang hak dan yang batil
Dengan adanya Islam sebagai agama yang diridhoi Allah,swt dan Allah,Swt juga yang menurunkan kitaNya pada Nabi dan Utusannya membimbing kita dengan huku-hukunya agar kita mengetahui mana yang baik dan mna yang buruk.
4.              Fungsi kreatif,
Mendorong manusia untuk bekerja, beramal, dan kerja kreatif. Islam bukan menuntuk kita hnaya beribadah tapi juga mengnjurkan kita untuk ambil bagian mencari kenikmanatan didunia dengan nurma-nurma yeng telah di anjurkanya.
5.              Pedoman penyempurnaan akhlak
Islam denga nilainya telah memberikan contoh prilaku yang baik seperti yang digambarkan nabi-nabinya dan nilai atau ajaran yang dibawa beliau seperti Islam agama yang terahir mempunyai peranan untuk menyempurnakan nilai yang terdahu.
6.              Fitrah manusia yang membutuhkan agama.
Adanya kekuatan adikodrati di luar kemampuan manusia maka semua manusia perlu adanya bimbingan yang selalu menuntun kita menjalankan hal-hal yang benar dan agama merupankan pedoman mereka di dunia untuk mencapai kesempurnaan di akherat.
7.              Membangun dan membimbing dalam pembentukan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Agama dengan kitanya terkandung berbagai macam ilmu pengetahuan bagi hamba yang mampu dan menghayatinya.

Fungsi Agama Bagi Individu
1.              Sebagai sistem nilai yang membuat norma-norma tertentu
Agama islam lahir tentunya ada hal yang baru atau meneruskan nilai agama yang sebelunya dan tentuanya didalannya terkandung ajaran nurma-nurma bagi ummatnya.
2.              Norma-norma tersebut menjadi kerangka acuan.
Dalam bersikap dan bertingkah laku agar sejalan degan keyakinan agama yang dianutnya. Agama lahir di muka bumi ini tentunya juga menjadi rujukan setiap langkah manusia yang kedudukanya untuk menjalankan perintahnya dan menjahui larangannya. Maka dari itu manusia dalam setiap langkahnya harus berpedoman dengan ajaran agama
3.              Agama memberikan kemantapan batin, rasa bahagia, rasa terlindungi, rasa sukses dan rasa puas.
Meyakini agama dan  ajaranya yang terkandung di dalamnaya tentunya akan ada anugrah atau pengarauh dalam setiap pribandinya. Tidak sedikit orang yang punya masalah mersa tenang dengan melakukan meditasi atau berpasrah diri dengan membaca bacaan yang berasal dari Qur’an atau bersal dari nabi dan merka merasa tennag dan tentram.
4.              Agama dapat mendorong individu melakukan sesuatu aktivitas,
Dengan meyakini agama yang bukan hanya menyuruh manusia beribadah tapi juga menyuruh manusia untuk mengambil bagian dari dunia ini dan karena perbuatan yang dilatar belakangi keyakinan agama dinilai memiliki unsur kesucian dan ketaatan

Peran Agama Bagi Masyarakat
1.              Sumber hukum
Agama memiliki fungsi yang vital, yakni sebagai salah satu sumber hukum atau dijadikan sebagai norma. Bila mana manusia tidak mempunyai sumber hukum maka manusia tidak mempunyai pedoman dalam memjalankan agamanya, dan sumber hukumtersebut masti pokonya dan sumbernya berasal dari agama bukan berasal dari manusia. Manusia tugasnya hanya menafsirkan dan menjelskan dari pokonya tersebut bukan membuatnya sendiri.
2.              Peraturan
Agama mengatur bagaimana gambaran kehidupan sosial yang ideal, yang sesuai dengan fitrah manusia. Manusia harus mengikiti pedoman-pedoman yang ada didalam peraturan agama itu dan sehingga manusia menjadi bernilai berdasarkan pandangan agama.
3.              Contoh yang konkret
Kalau kita menelaah kehidupan yang tergambar dalam ajaran agama maka manusia akan menemukan cara yang baik dalam kehidupan baik dengan contoh cara kita beribdah atau bermasyarakat.
Agama memberikan contoh yang konkret mengenai kisah-kisah kehidupan sosio-kultural manusia pada masa silam, yang dapat dijadikan contoh yang sangat baik bagi kehidupan bermasyarakat di masa sekarang.
4.              Kandungan hikmah
Kita dapat mengambil hikmah dari dalamnya. Meskipun tidak ada relevansinya dengan kehidupan masyarakat zaman sekarang sekalipun, setidaknya itu dapat dijadikan pelajaran yang berharga, misalnya agar tidak terjadi tragedi yang sama di masa yang akan datang.

Fungsi Agama Bagi Masyarakat
1.              Fungsi Edukatif;
NIilai yang terkndung dalam ajaran agama mengandung banyak pendidikan bagi manusia dalam menjlankan kehidupan bermasyrakat, baik yang berhungan dengan Ibadah maupun bermasyarakat.
Ajaran agama yang mereka anut memberikan ajaran-ajaran yang harus dipatuhi; ajaran agama berfungsi menyuruh dan melarang. Dan karena unsur suruhan dan larangan ini telah membimbing pribadi penganutnya menjadi baik dan terbiasa dengan baik menurut ajaran agama masing-masing;
2.              Fungsi Penyelamat
Agama menuntun kita kejalan yang baik dan diridhoi Allah,Swt, baik bagai mana cara kita beribdah atau bermasyarakat, keselamatan yang diberikan mencakup dua alam, yakni dunia dan akhirat.
3.              Fungsi Pendamaian
 Agama merupakan pedomnan hidup manusia dalam menjlankan kehidupannya di muka bumi ini, agama telah mengatur berbagai aspek kehidupan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban. Melalui tuntunan agama orang yang bersalah atau berdosa dapat mencapai kedamaian batin, misalnya dengan cara bertobat, pencucian atau penebusan dosa;
4.              Fungsi Social Control  
Ajaran agama yang berfungsi sebagai norma dapat menjadi pengawasan sosial secara individu maupun kelompok; karna agama memberikan batasan-batasan dalam menjalankan kehidupan manusia. Semaju apapun kehidupan kita manusia tidak boleh melakukan dan bertindak keluar dari ajaran agama.
5.              Fungsi Pemupuk Rasa Solidaritas
Secara psikologis penganut agama yang sama akan merasa memiliki kesamaan dan satu kesatuan; hal ini akan membina rasa solidaritas yang bahkan dapat mengalahkan rasa kebangsaan;
6.              Fungsi Transformatif,
Ajaran agama dapat merubah seseorang/kelompok menjadi kehidupan baru sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya;
7.              Fungsi Kreatif
Ajaran agama mendorong seseorang/kelompok untuk bekerja produktif bukan saja untuk kepentingan pribadi maupun orang lain, melakukan inovasi dan penemuan baru;
8.              Fungsi Sublimatif
 Ajaran agama mengkusudkan segala usaha manusia, selama tidak bertentangan dgn norma agama, bila dilakukan dengan tulis lillahi ta’ala maka termasuk ibadahan.


Nilai Dalam Agama
1.              Nilai spiritual
Dalam nilai spiritual manusia di harapkan tetap menjaga agar masyarakat tetap konsisten dalam menjaga stabilitas lingkungan, karna ajaran yang terkandung didalam nilai spiritual juga menganjurkan manusia agar berbuat baik pada linggkugan juga dan tidak menjadi perusak lingkungan sekitar.
Manusia yang selalu merusak lingkungan seperti melakukan perusakan alam dengan menebang hutan atau mencemari udara atau tanag tentunya mereka tidak tahu ajaran agama yang berkaitan denga nilai ini atau mereka mengetaui tapi tidak menjalankanya karena mereka kurang meyakininya.
2.              Nilai kemanusiaan
Nilai kemanusiaan ini manusia hidup tentunya butuh oaring lain lain dan orang lai membutuhkan kita, maka dari saling membutukan manusia dengan manusia lain mereka harus menjalankan sebaik-baiknya.
Nilai ini manusia agar dapat saling mengerti satu sama lain,  dan dapat saling bertenggang rasa yang sebagi kuncinya dlam kehidupan bermsyarakat, karena bila hal ini berjalan baik

Nilai Kebenaran Agama
1.              Secara filosofis, kebenaran yang sebenarnya adalah satu, tunggal, dan tidak majemuk. Yaitu sesuai dengan realitas. Dalam konteks agama, semua agama ingin mencapai realitas tertinggi (the ultimate reality). Islam dan Kristen menerjemahkan realitas tertinggi itu sebagai Allah (dengan pengucapan sedikit berbeda), Yahudi menyebutnya Yehova, ini berarti bahwa yang dikejar sebagai realitas tertinggi itu adalah satu. Prithjof Schoun mengatakan, bahwa semua agama itu sama pada alam transendental. Pada alam ini semua agama mengejar realitas tertinggi.
2.              Secara Sosiologi, menjadikan proses pencapaian dan penerjemahan Realitas Tertinggi, menjadikan klaim agama berbeda. Islam memandang bahwa agamanyalah yang paling benar, begitu juga dengan agama lainnya. http://maulanabdulaziz.blogspot.com/2012/12/peran-agama-dalam-kehidupan-manusia.html


D.         Kesimpulan
Makalah ini menguraikan betapa pentinggya nilai khususnya nilai agama, karna agama merupakan pedoman yang penting untuk nilai-nilai yang lainya, karna nilai-nilai lainya berasal atau bersumber dari nilai agama.
Dengan tujuan pendidikan untuk menjadikan manusia yang intelektual dan beriman dan menjalankan ajaran agamnya tidak cukup buat mereka mempelajari dan hanya mengetahui isi ajaran agamnaya tanpa melaksanakan dengan sebaik bainya, dalam makalah ini penulis menjeskan pentinggnya nilai agama dan apapabila manusia tidak menjalankan maka tidak tercpai tujuan pendidikan tersebut.

























Daftar Pustaka

·         Tolhah.M 2008. Fiqih Ibadah Panduan Lengkap Beribadah, Kediri Lembaga Ta’lim Wannasir
·         Ramayulis, 1990. Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Jakarta. Kalam Mulia.


No comments:

Post a Comment